Sejarah Rekam Medis (Bagian 2) – Perkembangan Rekam Medis sesudah Abad Pertengahan

Sejarah Rekam Medis (2)

Perkembangan Rekam Medis sesudah Abad Pertengahan

Rumah Sakit St Barthelomew di London ( Inggris ) merintis hal – hal yang harus dikerjakan oleh suatu Medical Record Management. Rumah sakit ini yang memulai membuat catatan ( record ) dari para penderita yang dirawat di rumah sakitnya.

Pada tahun 1667 rumah sakit ini juga mempelopori pendirian perpustakaan kedokteran. Rumah sakit ini masih berdiri dan beberapa rekam medis pasiennya yang pernah dirawat pada tahun 1137 masih ada. Pendiri rumah sakit ini bernama Rahera. Rumah sakit ini mengeluarkan buku bernama Book of Foundation yang berisi riwayat dari 28 kasus penyakit. Rumah sakit St Barthelomew mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah atas usahanya yang telah dijalankan.

[break]

Andreas Vesalius hidup pada tahun 1514 – 1554, adalah berkebangsaan Belgia, dokter yang mempelajari ilmu anatomi melalui pembedahan mayat orang kriminal dengan cara mencuri mayat, suatu hal yang dilarang keras oleh gereja Khatolik. Hasil pembedahan mayat menjadi pengetahuan anatomi yang sangat bermanfaat. Ia juga selalu membuat rekam medis atas segala hal yang dijumpainya. Hasil rekam medis tersebut dibukukan dengan nama Fabrica ( 1543 ) Kemudian ia menjadi professor pada University of Padua ( Italia ).

Dokter William Harbey adalah seorang dokter yang bekerja di rumah Sakit St Barthelomew, yang menekankan dimana dokter harus bertanggung jawab atas segala catatan rekam medisnya. Setiap dokter harus mencatat laporan instruksi medis dari pasien.

Kapten John Grant adalah orang yang pertama kali mempelajari Vital Statistic pada tahun 1661. Ia melakukan penelitian atas Bilis of Mortality ( angka kematian ).

Pada abad XVIII, Benyamin Franklin dari USA mempelopori berdirinya Rumah Sakit Pennsylvania di Philadelphia ( 1752 ). Rekam medis sudah ada pada tahun 1873 dan indeks pasien baru disimpan.

Tahun 1771 Rumah Sakit New York dibuka. Pada tahun 1793 register pasien dikerjakan. Tahun 1862 mulai dicoba menggunakan indeks penyakit. Pada tahun 1941 istilah – istilah kepenyakitan baru dapat diterapkan.

Pada tahun 1801 Rumah Sakit Umum Massacusset di Boston dibuka. Rumah sakit ini memiliki rekam medis dan katalog lengkap. Tahun 1871 mulai diinstruksikan bahwa pasien dirawat harus dibuatkan KIUP ( Kartu Indeks Utama Pasien ).

Tahun 1870 – 1867, Ny Grece Whiting Myerors terpilih sebagai presiden pertama dari Association of Record Librarian of North America Ia adalah ahli medical record pertama di rumah sakit.

Pada abad XX rekam medis baru menjadi pusat perhatian untuk pertama kalinya melkukan diskusi tentang rekam medis. Tahun 1905 beberapa buah pikiran dokter diberikan untuk perbaikan rekam medis. Tahun yang sama dokter George Wilson, seorang dokter kebangsaan Amerika, dalam rapat tahunan American Medical Association ke -56 membacakan naskah “A Clinical Chart For The Record Of Pattient in Small Hospital” yang kemudian diterbitkan dalam Journal of American Association, terbit 23 September 1905. Isi naskah itu adalah tentang pentingnya nilai medical record yang lengkap isinya demi kepentinngan pasien maupun bagi pihak rumah sakit.

Berikut adalah perkembangan selanjutnya :

  1. Tahun 1935 di USA muncul 4 buah sekolah rekam medis.
  2. Tahun 1955 berkembang menjadi 26 sekolah, terdapat 1000 lulusan.
  3. Tahun 1848 Inggris membuat 4 sekolah rekam medis.4. Tahun 1944 Australia membuat sekolah rekam medis oleh seorang ahli rekam medis dari Amerika yang bernama Ny Huffman, di Sydney dan Melbourne.

Dengan demikian, dunia internasional sudah menyadari bagaimana pentingnya tulisan – tulisan serta catatan mengenai penyakit seseorang sehingga harus disusun dengan sebaik – baiknya, dan catatan medis inilah yang kita namakan dengan rekam medis.

Perkembangan Rekam Medis Di Indonesia

Sumber : Buku Penyelenggaran Rekam Medis Di Rumah Sakit, DEPKES 1997

Leave a Reply